Kamis, 13 Agustus 2015

Banyak Perusahaan Asing di Purbalingga, tapi mengapa ....

Bupati Purbalingga(Plt) Budi Wibowo menilai keberadaan perusahaan berstatus perusahaan modal asing yang banyak yang berada di Purbalingga, sudah semestinya mendorong kemajuan Kota Perwira.
Dukungan perusahaan asing atau PMA tersebut tidak hanya melalui kucuran dana tanggung jawab sosial atau CSR. “Namun dengan berbagai aturan yang dipakai kedepan diharapkan PMA dapat terlibat dalam pembangunan di Purbalingga,” kata Budi Wibowo.
“Saya membayangkan kalau di Purbalingga ada 18 PMA mestinya pembangunan majunya luar biasa majunya luar biasa dari daerah sekitar yang jumlah PMA-nya sedikit,” ucap Budi dalam sebuah forum yang melibatkan para pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Tapi mengapa kemajuan tersebut belum tercapai di Purbalingga??
 

Jamie Subandhi, Pebulutangkis Amerika 'Rasa' Purbalingga

Pergelaran bulutangkis BWF World Championship 2015 di Istora Senayan, Jakarta, mungkin jadi salah satu ajang paling prestisius yang dinantikan bagi para pemain kelas dunia. Gengsi merebut gelar juara dunia jadi ambisi tersendiri bagi deretan jawara tepok bulu ini.
Tapi, hal tersebut bisa jadi bukanlah satu-satunya obsesi bagi seorang Jamie Subandhi. Kedatangan pebulutangkis Amerika Serikat ini ke Jakarta bukan saja untuk bertanding, namun bisa jadi sebuah momen 'mudik'. Ya, tak banyak yang tahu bahwa ternyata wanita 25 tahun ini merupakan pemain yang memiliki darah keturunan Indonesia.
Sang ayah, Hengki Tedi Subandhi, adalah pria keturunan asal Bandung, Jawa Barat, dan sang ibu, Maria, juga seorang perempuan keturunan asal Purbalingga, Jawa Tengah. Berangkat dari hal itu pulalah tampaknya ia merasa punya passion tentang bulutangkis. Pebulutangkis yang turun dalam nomor ganda campuran bersama Phillip Chew ini ternyata punya 'special story' dengan Indonesia.
"Mereka (orangtua Jamie) pindah dan telah lama tinggal di California, Amerika. Dan saya pun lahir dan besar di sana," ungkap Jamie yang ditemui seusai laga pada Senin, 10 Agustus 2015 di Istora Senayan, Jakarta.
Meski demikian, ia mengaku tak pernah berlatih atau punya wawasan lebih banyak tentang Indonesia selain seputar bulutangkis.
"Saya tidak pernah berlatih di sini, juga tidak bisa berbahasa Indonesia, dan hanya sekedar tahu 'apa kabar' atau 'terima kasih', seperti itu saja," ujar Jamie yang kini kuliah di University of California Los Angeles, jurusan ilmu therapist.
"Saya banyak melihat gaya permainan atlet Indonesia. Taufik Hidayat sangat luar biasa dan ia sangat menginspirasi," terang Jamie yang berambisi mewakili Amerika di Olimpiade Rio 2016 mendatang.

Gali Tanah, Malah Dapat 100 Butir Peluru


Sunarto (40) warga Desa Metenggeng Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga terkejut saat tengah menggali tanah guna membuat pondasi rumah milik tetangganya. Pasalnya di dalam tanah yang digalinya, ia menemukan 100 butir peluru. Peristiwa yang terjadi Selasa (10/8/2015) itupun menggegerkan warga setempat.
"Saya perhatikan seperti peluru kalau di film luar negeri, terus saya pangil teman-teman," katanya.
Mendengar hal tersebut warga yang berada di sekitar langsung mendatangi lokasi penemuan dan warga lain melaporkan penemuan tersebut ke kantor polisi. "Sudah ada karatnya, tapi kelihatan itu peluru untuk senapan," tambahnya.
Kapolres Purbalingga AKBP Anom Setyadji SIK melalui Kapolsek Bojongsari AKP Subagyo mengatakan, setelah dikumpulkan ada sekitar 100 butir peluru sejenis AK di lokasi penemuan tersebut tersebut. Peluru tersebut ditemukan di kedalaman tanah sekitar 50 cm.
Lenbih lanjut Subagyo menamnbahkan, setelah dipriksa tim dari Polres Purbalingga, peluru dalam kondisi berkarat dan sudah rusak. Sehingga peluru tidak aktif dan tidak membahayakan masyarakat. "Barang bukti tersebut di amankan di Polres (Purbalingga)," tambahnya.(jok)
Gali Tanah, Malah Dapat 100 Butir Peluru